Antara Photoshop dan Photography

Bagi para penggiat photography keberadaan photoshop sudah tidak asing lagi. Software yang dikeluarkan oleh Adobe inc ini sering digunakan oleh para phorografer sebagai software editing photo baik amatir maupun professional. Namun, meski demikian keberadaan photoshop sebagai salah satu software yang lumrah atau familiar digunakan untuk olah digital foto juga mengundang banyak pertentangan. Beberapa orang menganggap penggunaan photoshop dalam dunia photography merupakan hal yang tabu, karena banyak memanipulasi obyek gambar yang didapat photographer.

Larangan penggunaan photoshop sebagai salah satu media editing photo juga menjadi sorotan tersendiri, banyak Majalah fashion dan biro iklan diketahui sering mendapat kritik karena terlalu memanipulasi modelnya dengan memakai Photoshop. Bahkan di Israel, pihak berwenang di sana melarang pemakaian Photoshop di foto model tanpa adanya pemberitahuan. Hal ini dikarenakan banyak photo tubuh model yang tampak lebih kurus daripada aslinya setelah dimanipulasi dengan Photoshop. Hal ini sebenarnya dilakukan pemerintah Israel dengan tujuan untuk mengurangi angka gangguan makan (eating disorder) yang banyak terjadi di negara berkembang khususnya para model yang menginginkan tubuhnya tampak lebih slim. Namun tetap saja intinya, adanya manipulasi obyek yang dilakukan dengan photoshop.

Bukan hanya itu saja, para penentang photoshop dalam dunia photography juga banyak mengatakan bahwa seharusnya photographer mampu mengabadikan foto bagus hanya dengan media camera bukan hasil manipulasi di photoshop. Bahkan dilingkungan komunitas saya, suara penentangan dengan penggunakan photoshop sebagai media manipulasi photo juga, nyaring terdengar. Mereka menganggap buat apa hasil foto bagus, jika hanya hasil manipulasi photoshop?. Mungkin ini beberapa opini dari beberapa penentang penggunaan photoshop dalam karya photography.

Seperti dalam hidup, ada yang kontra juga pasti ada yang pro. Sebagian besar penggiat photography juga mengatakan penggunaan photoshop dalam dunia photography merupakan hal yang lumrah. Hal ini juga didasarkan ada perkembangan era digital saat ini. Semakin cepat perkembangan era digital maka perkembangan dunia photographypun juga akan ikut berkembang. Mungkin kita juga harus melihat bagaimana keadaan  10  tahun yg lalu. Kebanyakan photographer bahkan hamper semua masih menggunakan kamera analog. Dimana proses untuk menghasilkan karya harus melalui proses motret – prose film – cetak di kamar gelap (darkroom) .  Artinya fungsi kita hanya motret, kemudian kita perintahkan orang lain untuk proses, cetak, mungkin di crop, di burn dan di dodge di darkroom yang merupakan konsep editing di era analog. Namun dengan keberadaan era digital saat ini, kita bisa menggunakan photoshop sebagai media editing. Hanya saja dengan menggunakani kamera digital dan tehnik editing menggunakan software seperti photoshop semuanya dapat kita kerjakan, itu artinya apa yg kita inginkan akan lebih sempurna dengan konsep kita, karena dari awal sampai akhir kitalah yg punya ide.
Keberadaan photoshop dalam dunia photography juga menjadi salah satu media yang memperkaya karakter karya photographer. Contohnya saja sejak adanya era digital juga berkembang istilah olah digital bahkan digital imaging yang sebenarnya juga termasuk dalam keluarga photography, bukan hanya di dunia photography, namun didunia grafis. Dan satu hal yang mungkin perlu teman-teman ingat, menciptakan sebuah konsep photography maupun editing bahkan menghasilkan sebuah karya photo dengan nuansa digital emaging atau photo manipulation juga memerlukan sebuah kreativitas dan ide yang tentunya tidak mudah, proses inilah yang sebenarnya kita sebut karya seni. Selain itu pra pecinta photography juga memiliki karakter yang berbeda, ada photographer yang senang dengan konsep photo landscape, macro, portaid ataupun dengan karakter digital imaging. Semua itu merupakan karya, dan tentunya juga harus dihargai.

Penggunaan photoshop rasanya juga sangat diperlukan ketika seorang photographer telah memasuki rana bisnis. Contohnya saja, Penggunaan photoshop diperlukan ketika kita hendak menghaluskan atau menghilangkan kerut, jerawat, dan bekas luka pada skin model yang tidak bisa hilang meskipun ditutup dengan make up yang akan digunakan untuk sebuah iklan.Tentunya model dengan muka dan skin yang tampak mulus akan lebih terlihat indah dan lebih menjual daripada kita menampilkan photo model iklan yang penuh dengan jerawat. Demikian juga ketika kita ada order untuk shoot wedding dan membuatnya dalam album magazine, tentu kita membutuhkan program photoshop sebagai media editornya.

Namun menurut opini saya, penggunaan photoshop saat ini memang tidak bisa lepas dari dunia photography.Perkembangan ini tidak bisa kita tolak, jika tidak kita akan jauh tertinggal.  Hanya saja yang perlu di ingat oleh teman-teman kita juga harus tetap berpandangan dengan kaidah-kaidah yang ada dalam photography. Kita juga harus terus melatih skill kita dengan menggunakan kamera disamping menggunakan photoshop. Sebagai contoh, ketika kita memotret obyek dan hasilnya under exposure, dan kita bepikir, ahhhh…gampang, k an ada photoshop, ntar juga bisa di edit😀.

2 responses to “Antara Photoshop dan Photography”

  1. Chairul Anwar, M.S, drh, PAVet(K). says :

    Biasanya dalam lomba foto yang diijinkan hanya croping saja, tetapi bagi seorang profesional, penguasaan photoshop juga diperlukan untuk meng edit fotonya, paling2 memperbaiki tone atau croping untuk ngatur komposisi, pokoknya seharusnya penggunaan photoshop ngga lebih dari 25%, tetapi menurut saya ada korelasi positif bila fotonya bagus hasil editingnya juga pasti bagus. Untuk foto2 preweding photoshop pasti menambah keindahannya, tapi sejujurnya saya tidak senang melihat foto2 yang menonjolkan hasil olah digital berlebihan. Terima kasih, salam ….

    • bangkalanpixel says :

      terimakasih sudah berkunjung
      Memang dari beberap photographer ada yang lebih suka dengan hasil alami dan lainnya juga akan suka dengan karya olah digital, hal ini lebih mengacu pada karakter masing-masing. Dalam karya photography untuk lomba sepengetahuan saya memang sering ada aturan tersendiri, dimana lomba biasanya lebih difokuskan pada tehnik murni photography, namun permainan editing biasnya diperbolehkan hanya sebatas kamar gelap.Sedangkan olah digital biasanya lebih banyak digunakan untuk photography adverising.Mungkin selain mengetahui tehnik photography, paling tidak kita juga mengetahui dunia editing…dengan kata lain memiliki skill yang balance di keduanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: